Modal Usaha Fotocopy 2024: Resiko & Peluang

Modal Usaha Fotocopy – Sebagaimana diketahui, bisnis fotocopy seakan menjadi salah satu jenis usaha yang tidak akan pernah mati. Selama sistem pengarsipan pemerintahan dan pendidikan masih memanfaatkan kertas sebagai bahan dasarnya, maka peluang usaha fotocopy sebenarnya sangat menjanjikan.

Pada saat menjalankan sebuah bisnis fotocopy, kalian perlu mengetahui berapa besar rincian modal awal serta pembelian kebutuhan alat tulis agar nantinya bisnis berjalan lancar. Sebenarnya usaha tersebut terbilang cukup menguntungkan asalkan bisa dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa modal yang dibutuhkan untuk membangun usaha ini memanglah tidak sedikit. Maka dari itu, penting bagi kalian untuk merencanakan rincian kebutuhan anggaran dana membuka usaha fotocopy sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diperlukan.

Nah, apabila diantara kalian berencana membuka usaha fotocopy, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu berapa kebutuhan modalnya. Untuk membantunya, kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai peluang hingga modal usaha fotocopy beserta resiko menjalankan bisnisnya.

Peluang Usaha Fotocopy

Sebelum membahas poin utama mengenai modal awal membuka usaha fotocopy lebih lanjut, sebaiknya pahami terlebih dahulu peluang atau prospek bisnis tersebut. Peluang membuka usaha fotocopy ialah salah satu jenis bisnis anti musiman yang tidak akan pernah surut.

Dimana bisnis tersebut akan selalu dibutuhkan manusia setiap hari selama mereka masih hidup dan berhubungan dengan jasa cetak mencetak serta dokumen. Terlebih lagi jumlah penduduk di Indonesia terutama kalangan pelajar, mahasiswa dan karyawan terus bertambah banyak.

Pasalnya, pangsa pasar usaha fotocopy sebenarnya sangat luas, khususnya di kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan dan lain sebagainya yang dalam kesehariannya membutuhkan jasa fotocopy. Artinya, usaha fotocopy sangat cocok dijalankan di sekitar perkantoran, instansi, lembaga, kampus, pusat pendidikan dan masih banyak lainnya.

Modal Usaha Fotocopy

Modal Awal Usaha Fotocopy

Seperti halnya saat membuka usaha salon kecantikan, modal awal menjadi poin penting yang harus selalu diperhatikan dan dipertimbangkan saat membuka usaha fotocopy. Daripada penasaran, di bawah ini akan kami berikan estimasi modal awal untuk membuka usaha fotocopy.

Investasi Awal

Langkah pertama ketika hendak merancang modal membuka usaha fotocopy yaitu mempersiapkan investasi awal sebagai modal tetap. Dimana investasi awal ini digunakan untuk membeli serta menyediakan barang yang sifatnya besar baik dari segi nominal dan mempunyai tujuan jangka panjang.

Dengan kata lain, modal tetap hanya akan dibutuhkan pada saat seseorang memulai sebuah usaha. Agar lebih jelasnya, langsung saja perhatikan baik-baik tabel daftar rincian modal tetap atau investasi awal dalam membuka usaha fotocopy.

KeteranganKuantitasHarga Per KuantitasJumlah Harga
Mesin fotocopy1Rp 14.000.000Rp 14.000.000
Alat pemotong kertas1Rp 200.000Rp 200.000
Perlengkapan ATK (Alat Tulis Kantor)Rp 2.000.000Rp 2.000.000
Meja dan kursiRp 600.000Rp 600.000
Etalase kaca2Rp 1.250.000Rp 2.500.000
Komputer2Rp 3.500.000Rp 7.000.000
Printer2Rp 400.000Rp 800.000
Mesin laminating1Rp 650.000Rp 650.000
Biaya sewa tempat usaha1 tahunRp 10.000.000Rp 10.000.000
TOTAL BIAYARp 37.750.000

Biaya Operasional

Kemudian tahap selanjutnya yaitu mempersiapkan modal atau biaya operasionalnya. Modal operasional sendiri dapat diartikan sebagai biaya yang hanya dikeluarkan secara berkala seperti bulanan atau ketika persediaan barang sudah mulai menipis. Di bawah ini adalah rincian biaya operasional usaha fotocopy.

KeteranganBiaya
Kertas fotocopy dan tintaRp 2.000.000
Biaya perawatan mesin fotocopyRp 500.000
Listrik dan airRp 500.000
Gaji karyawan (1 orang)Rp 1.100.000
Perlengkapan ATKRp 500.000
Biaya lainnyaRp 300.000
TOTAL BIAYARp 4.900.000

Dari data atau tabel di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa untuk membuka usaha fotocopy membutuhkan modal awal kurang lebih sekitar Rp 42.650.000. Di dalam modal awal tersebut sudah mencakup pembelian kebutuhan dan perlengkapan serta biaya operasional bulanan dalam menjalankan bisnis fotocopy.

Keuntungan Usaha Fotocopy

Setelah mengetahui rincian modal awal dalam membuka usaha fotocopy, maka selanjutnya kalian juga harus mengerti berapa besar estimasi keuntungannya. Sebagai contoh pendapatan atau omset per bulan dari usaha fotocopy diantaranya yaitu seperti berikut ini.

  • Fotocopy 150 x 500 x Rp 100 = Rp 7.500.000.
  • Penjualan ATK = Rp 600.000.
  • Jilid hard cover 30 x Rp 25.000 = Rp 1.000.000.

Dari pendapatan usaha fotocopy di atas, maka kalian akan mendapatkan keuntungan seperti perhitungan di bawah ini.

  • Laba kotor = Rp 7.500.000 + Rp 600.000 + Rp 1.000.000 = Rp 9.100.000.
  • Laba bersih = Rp 9.100.000 – Rp 4.900.000 = Rp 4.200.000.

Jadi, keuntungan atau laba bersih yang akan didapatkan selama satu bulan menjalankan usaha fotocopy dari asumsi pendapatan di atas yaitu kurang lebih sekitar Rp 4.200.000. Perlu diingat, jumlah keuntungan tersebut tentunya bisa saja berbeda, tergantung pada jumlah permintaan order yang masuk.

Resiko Usaha Fotocopy

Resiko Usaha Fotocopy

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai rincian modal awal membuka usaha fotocopy dilengkapi dengan estimasi keuntungan per bulannya. Sebagai informasi tambahan, pastinya dalam menjalankan usaha fotocopy akan ada beberapa resiko yang harus dipertimbangkan, diantaranya yaitu seperti di bawah ini.

  • Mempunyai banyak pesaing.
  • Kerusakan mesin fotocopy.
  • Tidak mendapatkan lokasi strategis.
  • Sepi pembeli.
  • Pembeli sering hutang.
  • Omset menurun saat hari libur.
  • Membutuhkan banyak biaya listrik.

Kesimpulan

Itulah sekiranya pembahasan dari Biayatarif seputar rincian modal membuka peluang usaha fotocopy dari mulai dari investasi awal hingga biaya operasional bulanan dilengkapi estimasi keuntungan bulanannya. Semoga informasi di atas bisa dijadikan sebagai referensi ketika hendak menjalankan bisnis fotocopy.

Sumber gambar : sidu.id, s3mps.com

Tinggalkan komentar