2 Biaya Pasang IUD di Puskesmas 2024: Pasien Umum & BPJS

Biaya Pasang IUD di Puskesmas – Seperti diketahui, saat ini sudah tersedia cukup banyak alat kontrasepsi yang bisa kalian dan pasangan gunakan untuk menunda kehamilan. Salah satu jenis alat kontrasepsi yang mungkin cukup familiar di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia yaitu IUD atau biasa disebut dengan KB spiral.

IUD atau intrauterine device ialah sebuah alat kontrasepsi berbahan plastik dengan bentuk seperti huruf T dan dipasangkan di dalam rahim guna mencegah kehamilan. Salah satu keunggulan dari pemasangan IUD sebagai alat kontrasepsi yaitu dapat bertahan 3 sampai 10 tahun untuk mencegah kehamilan.

Menariknya lagi, saat ini proses pemasangan IUD juga sudah bisa dilakukan di berbagai macam tempat pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas. Akan tetapi, pastinya setiap puskesmas di seluruh Indonesia mempunyai ketentuan mengenai tarif atau harga yang dibebankan kepada pasien ketika ingin memasang IUD.

Maka dari itu, jika kalian berencana memasang IUD di puskesmas terdekat, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu berapa besar biayanya. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara lengkap mengenai rincian biaya pasang IUD di puskesmas semua daerah dilengkapi prosedur pemasangannya.

Manfaat Pasang IUD

Manfaat Pasang IUD

Perlu diketahui, IUD bekerja dengan cara menghambat gerakan sperma menuju saluran rahim sehingga bisa mencegah pembuahan dan akhirnya tidak terjadi kehamilan. Pada dasarnya, setiap jenis alat kontrasepsi mempunyai keunggulannya masing-masing sehingga penggunaannya bisa disesuaikan dengan kondisi fisik ataupun kebutuhan kalian.

Maka dari itu, sebelum pembahasan poin utama mengenai biaya pasang IUD di puskesmas berlanjut, ada baiknya pahami terlebih dahulu apa saja manfaat hingga kelebihannya. Daripada penasaran, di bawah ini adalah sejumlah keunggulan pemasangan IUD atau KB spiral sebagai alat kontrasepsi.

  • Bisa mencegah kehamilan hingga 99%.
  • Lebih praktis.
  • Biaya pasang IUD lebih terjangkau.
  • Aman bagi ibu menyusui.
  • Direkomendasikan untuk kondisi tertentu.
  • Tidak meningkatkan berat badan pasien.
  • Mengurangi risiko penyakit.
  • Mengurangi efek PMS.

Prosedur Pasang IUD di Puskesmas

Prosedur Pasang IUD di Puskesmas

Selain harus mengetahui besaran biaya pasang IUD di puskesmas, kalian juga harus mengerti bagaimana prosedur pemasangannya. Bisanya, sebelum prosedur pemasangan IUD dilakukan pasien akan diminta untuk makan terlebih dahulu supaya tidak merasa pusing.

Selain itu, sampel urine pasien akan diperiksa untuk memastikan bahwa mereka sedang tidak dalam keadaan hamil. Bahkan terkadang obat pereda nyeri juga dibutuhkan untuk mencegah kram selama proses pemasangan IUD di puskesmas berlangsung.

Pertama-tama, dokter atau petugas medis meminta pasien untuk berbaring dengan dua kaki diangkat ke atas. Setelah itu, dokter mulai memasukkan alat cocor bebek atau spekulum ke dalam alat kelamin pasien. Adapun fungsi spekulum tersebut diantaranya yaitu seperti berikut ini.

  • Melihat ukuran serta posisi rahim.
  • Membersihkan vagina dan leher rahim.
  • Mendeteksi ada atau tidaknya kelainan pada rahim.
  • Memposisikan leher rahim sejajar dengan rahim.

Setelah semua hal di atas dikatakan memenuhi syarat oleh dokter, maka mereka akan mulai memasukkan alat kontrasepsi IUD yang berbentuk seperti huruf T. Proses pemasangan IUD atau KB spiral dilakukan dengan melipat kedua lengan IUD lalu memasukkannya ke dalam rahim menggunakan aplikator.

Kemudian lengan alat IUD akan dikeluarkan dari aplikator. IUD mempunyai benang di bagian bawah yang nantinya akan menggantung di leher rahim hingga vagina pasien. Terakhir, dokter memotong benang kurang lebih sekitar 2 hingga 4 sentimeter di luar serviks.

Biaya Pasang IUD di Puskesmas

Setelah mengetahui manfaat hingga prosedur pasang IUD di puskesmas, selanjutnya kalian juga harus mengerti berapa besar tarif atau biayanya. Perlu diketahui, mungkin besaran biaya pasang IUD di puskesmas tidak akan jauh berbeda dengan biaya pasang KB implan.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya kedua hal tersebut sama-sama digunakan sebagai alat kontrasepsi guna mencegah kehamilan. Hanya saja pemasangan IUD mampu bertahan lebih lama dalam mencegah kehamilan, yaitu bisa mencapai 10 tahun.

Daripada penasaran, di bawah ini adalah besaran biaya pasang IUD di puskesmas seluruh daerah di Indonesia, entah itu bagi pasien umum maupun pasien BPJS.

Pasien Umum

Bagi pasien umum, besaran biaya pasang IUD di puskesmas berada di kisaran Rp 150.000 hingga Rp 170.000. Dimana di dalam besaran biaya tersebut biasanya sudah mencakup biaya administrasi pasien baru hingga pemasangan IUD. Namun, saran kami sebaiknya siapkan anggaran dana melebihi estimasi tersebut untuk berjaga-jaga apabila nantinya terdapat penyesuaian tarif dari pihak puskesmas.

Pasien BPJS

Sementara bagi pasien peserta BPJS Kesehatan, mereka berhak mendapatkan pelayanan pasang IUD tanpa biaya sepeserpun alias gratis di puskesmas. Akan tetapi, terdapat beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh pasien, salah satunya yaitu fasilitas kesehatan tingkat pertama atau FKTP yang terdaftar adalah puskesmas.

Efek Samping Pasang IUD

Di atas sudah dibahas secara lengkap mengenai besaran biaya pasang IUD di puskesmas semua daerah dilengkapi prosedur pelaksanaannya. Meskipun proses pemasangan IUD di puskesmas merupakan prosedur aman dilakukan, namun tetap saja bahwa kegiatan tersebut bisa menimbulkan efek samping kepada para pasien.

Maka dari itu, sebagai bahan pertimbangan di bawah ini akan kami berikan sejumlah risiko atau efek samping pemasangan IUD di puskesmas.

  • Terasa nyeri saat pemasangan IUD berlangsung.
  • Menstruasi menjadi tidak teratur.
  • Kram perut setelah proses pemasangan IUD.
  • Timbulnya bercak pendarahan.
  • Merasa mual dan sakit perut.
  • Infeksi vagina.
  • Posisi IUD bergeser.
  • Saat menstruasi mungkin darah keluar lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pemasangan IUD atau KB spiral saat ini sudah bisa dilakukan di puskesmas. Untuk besaran biayanya sendiri sebenarnya cukup terjangkau, bahkan layanan tersebut bisa didapatkan secara gratis apabila pasien termasuk ke dalam peserta BPJS dari pemerintah.

Demikian sekiranya pembahasan dari Biayatarif seputar biaya pasang IUD di puskesmas bagi pasien umum dan BPJS dilengkapi dengan manfaat, prosedur hingga efek sampingnya. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika ingin memasang IUD atau KB spiral di puskesmas terdekat.

Tinggalkan komentar