Biaya Sunat di Puskesmas 2024 : Pasien Umum & BPJS

Biaya Sunat di Puskesmas – Seperti diketahui, sunat ialah sebuah proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi penis (alat kelamin laki-laki). Tidak hanya dilakukan pada orang dewasa dan anak-anak saja, namun sunat atau sirkumsisi juga dapat dilakukan terhadap bayi.

Di Indonesia sendiri prosedur sunat biasanya dilakukan ketika anak laki-laki sudah menginjak usia sekolah dasar (SD) ataupun sudah berumur sekitar 6 sampai 10 tahun. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya semakin tua usia anak laki-laki, maka semakin bertambah juga tingkat risiko, kesulitan serta proses penyembuhan pasca sunat.

Untungnya saat ini hampir semua tempat pelayanan kesehatan di Indonesia sudah menyediakan fasilitas atau layanan sunat kepada para masyarakat, salah satunya yaitu puskesmas. Namun, pastinya setiap puskesmas masing-masing daerah memiliki kebijakan terkait tarif atau harga jasa untuk pelayanan medis tersebut.

Oleh sebab itu, apabila kalian sebagai orang tua ingin anaknya menjalani sunat di puskesmas, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu berapa besar biayanya. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara rinci besaran biaya sunat di puskesmas, baik itu untuk bayi, anak-anak hingga remaja atau dewasa.

Manfaat Melakukan Sunat

Seperti dijelaskan sebelumnya, sunat atau khitan ialah sebuah prosedur pembedahan yang berguna untuk membuang kulit penis bagian luar yang menutupi kepala penis atau alat kelamin laki-laki. Sebab, pada bagian tersebut terdapat koloni bakteri yang tumbuh dan berkembang pada 6 bulan pertama kehidupan.

Dimana koloni bakteri tersebut nantinya bisa berpotensi menjadi faktor risiko infeksi saluran kemih. Selain itu, jika dilihat dari sisi medis prosedur sunat juga mempunyai beberapa manfaat lainnya. Sebelum pembahasan utama mengenai biaya sunat di puskesmas berlanjut, sebaiknya pahami sejumlah manfaatnya di bawah ini.

  • Mengurangi risiko adanya penyakit seksual menular seperti sifilis atau herpes.
  • Mencegah adanya penyakit pada alat kelamin pria seperti nyeri pada bagian kepala atau kulup.
  • Mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih terkait masalah ginjal.
  • Mengurangi risiko terjadinya penyakit kanker penis serta kanker serviks pada pasangan.
  • Membuat kesehatan alat kelamin menjadi lebih terjaga karena jika sudah disunat maka akan lebih mudah dibersihkan.

Metode Sunat di Puskesmas

Metode Sunat di Puskesmas

Selain harus mengetahui besaran biaya sunat di puskesmas, tentunya kalian juga harus mengerti apa saja jenis atau metode yang digunakan untuk melakukan tindakan medis tersebut. Untuk saat ini, hampir semua puskesmas sudah menyediakan 3 jenis metode sunat.

Dimana ketiga jenis metode sunat di puskesmas tersebut pastinya mempunyai sejumlah keunggulan serta kelemahannya masing-masing. Daripada penasaran, langsung saja perhatikan baik-baik jenis metode sunat di seluruh puskesmas di Indonesia berikut ini.

1. Sunat Konvensional

Mungkin sunat konvensional menjadi salah satu jenis prosedur paling lazim digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Sunat konvensional di puskesmas sendiri saat ini menggunakan beberapa bantuan alat potong tajam seperti gunting, pisau bedah ataupun silet.

Perlu diingat, kelemahan metode sunat konvensional yaitu kemungkinan pembuluh darah dan syaraf terpotong terbilang cukup besar sehingga rawan terjadinya pendarahan. Selain itu, rasa sakitnya memang dapat di redam menggunakan obat bius, namun setelah khasiatnya hilang maka akan terasa kembali.

2. Sunat Electric Couter

Jenis metode sunat di puskesmas selanjutnya yaitu electric couter. Metode sunat ini menggunakan bantuan berupa laser sehingga prosedurnya harus dilakukan oleh dokter ahli bedah. Proses sunat melalui metode laser juga tergolong cukup cepat, yaitu hanya sekitar 4 sampai 10 menit saja tanpa dijahit.

3. Sunat Smart Clamp

Sunat smart clamp menjadi jenis prosedur sunat terakhir di puskesmas. Dimana metode sunat ini menggunakan klem yang terbuat dari bahan plastik sesuai ukuran alat kelamin laki-laki. Karena ukurannya sudah sesuai dengan ukuran alat kelamin, maka hasilnya juga bisa lebih sempurna.

Biaya Sunat di Puskesmas

Setelah mengetahui manfaat hingga jenis metode sunat atau khitan di puskesmas, selanjutnya kalian juga harus mengerti berapa besar biayanya. Perlu diketahui, hampir semua puskesmas di seluruh Indonesia mematok tarif atau harga jasa pelayanan sunat yang serupa.

Secara garis besar, biaya sunat di puskesmas semua daerah sendiri ditentukan berdasarkan jenis pasiennya, entah itu pasien bayi, anak-anak maupun dewasa/remaja. Bagi pasien bayi, biasanya besaran biaya sunat di puskesmas berada di kisaran Rp 600.000 sampai Rp 800.000.

Kemudian untuk anak-anak usia 1 sampai 12 tahun, puskesmas mematok biaya khitan atau sunat mulai dari Rp 650.000 hingga Rp 820.000. Sementara bagi pasien remaja atau dewasa, biaya sunat akan sedikit lebih mahal, yaitu sekitar Rp 950.000 sampai Rp 1.500.000, lebih mahal ketimbang biaya tes sifilis di puskesmas.

Sebagai informasi tambahan, sebenarnya sunat di puskesmas juga bisa menggunakan fasilitas kartu BPJS Kesehatan dari pemerintah. Akan tetapi, proses sunat pasien di puskesmas menggunakan BPJS tersebut dilakukan atas indikasi medis sebagai bentuk penanganan sebuah penyakit.

Risiko Menjalani Sunat di Puskesmas

Di dalam dunia medis, sebenarnya sunat merupakan sebuah prosedur aman untuk dilakukan dan jarang menimbulkan risiko. Meskipun demikian, bukan berarti prosedur sunat di puskesmas tidak menimbulkan risiko atau efek samping sama sekali. Nah, agar lebih jelasnya, berikut adalah sejumlah risiko menjalani sunat di puskesmas.

  • Mengalami nyeri di sekitar alat kelamin pria.
  • Mengalami iritasi di bagian kepala alat kelamin.
  • Menderita peradangan pada lubang air kencing.
  • Mengalami pendarahan serta infeksi.
  • Mengalami cedera pada alat kelamin.
  • Sensitivitas kepala alat kelamin berkurang.
  • Timbulnya jaringan parut pada bekas luka.

Tips Perawatan Usai Sunat

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai besaran biaya sunat di puskesmas beserta prosedur pelaksanaan hingga risiko atau efek sampingnya. Supaya proses penyembuhan setelah sunat bisa berlangsung dengan cepat, ada baiknya lakukan beberapa tips di bawah ini.

  • Minum obat pereda nyeri.
  • Minum jamu dari kunyit.
  • Bersihkan area alat kelamin setelah buang air kecil.
  • Ganti perban jika kotor.
  • Berendam dengan air hangat.
  • Oleskan petroleum jelly pada ujung serta batang alat kelamin secukupnya.
  • Gunakanlah baju dan celana longgar.
  • Batasi aktivitas-aktivitas berat.
  • Konsumsi makanan bergizi.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa hampir semua puskesmas di seluruh Indonesia sudah menyediakan layanan atau fasilitas sunat kepada para masyarakat. Sementara untuk besaran biayanya sendiri sebenarnya tergantung pada jenis pasien, entah itu pasien bayi, anak-anak ataupun dewasa.

Demikian sekiranya informasi seputar biaya sunat di puskesmas dilengkapi dengan manfaat, prosedur, hingga efek sampingnya versi Biayatarif. Semoga penjelasan di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika hendak menjalani sunat di puskesmas terdekat.

Tinggalkan komentar