Biaya Nebulizer di Puskesmas 2024 : Pasien Umum & BPJS

Biaya Nebulizer di Puskesmas – Salah satu jenis pengobatan gangguan pernapasan atau penyakit paru yaitu dengan menggunakan obat yang dihirup. Pemberian obat hirup sendiri dapat dilakukan melalui beberapa cara, termasuk nebulizer. Dimana nebulizer sendiri ialah sebuah alat untuk mengubah obat dalam bentuk cairan menjadi uap yang dihirup.

Secara garis besarnya, nebulizer mengubah obat dari cairan menjadi uap sehingga obat bisa lebih mudah masuk ke dalam paru-paru seseorang. Alat tersebut biasanya digunakan apabila dibutuhkan obat hirup yang lebih tinggi atau ketika penderita gangguan pernapasan mengalami kesulitan dalam menggunakan inhaler, misalnya anak-anak saat mengalami sesak napas karena asma.

Di Indonesia sendiri saat ini pelayanan fasilitas nebulizer sudah bisa didapatkan di berbagai macam tempat pelayanan kesehatan, salah satunya yaitu di puskesmas. Akan tetapi, pastinya setiap puskesmas di masing-masing daerah di Indonesia mempunyai ketentuan mengenai harga atau tarif untuk jasa pelayanan nebulizer kepada para pasiennya.

Maka dari itu, apabila kalian berencana menjalani nebulizer di puskesmas terdekat, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu berapa besar biayanya. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai biaya nebulizer di puskesmas untuk pasien umum dan BPJS dilengkapi prosedur pelaksanaannya.

Fungsi Nebulizer

Sebelum membahas poin utama mengenai biaya nebulizer di puskesmas lebih lanjut, sebaiknya pahami terlebih dahulu sekilas pengertian hingga kegunaannya. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, nebulizer ialah sebuah alat medis yang digunakan untuk mengubah obat cair menjadi uap yang bisa dihirup sehingga obat bisa langsung masuk ke paru-paru seseorang.

Jadi, pada intinya nebulizer akan mengubah bentuk obat cair menjadi partikel uap. Dimana selama serangan asma atau infeksi saluran pernapasan terjadi kepada seseorang, obat yang telah diubah menjadi uap akan lebih mudah untuk dihirup ketimbang obat yang diberikan melalui inhaler.

Perlu diketahui, pada saat saluran napas menyempit, penderita tidak akan bisa menarik napas dalam-dalam. Oleh sebab itu, pemberian obat melalui nebulizer akan lebih efektif dibandingkan inhaler yang mengharuskan pasien menghirup obat dengan cara bernapas dalam.

Kondisi Membutuhkan Nebulizer

Di atas sudah kami singgung bahwa nebulizer biasanya digunakan bagi pasien yang tidak bisa menggunakan inhaler. Adapun beberapa jenis pasien tersebut diantaranya yaitu seperti bayi, anak-anak, penderita penyakit berat atau pasien berkebutuhan obat dalam dosis besar.

Biasanya dokter akan meresepkan obat yang diberikan melalui alat nebulizer untuk pasien dengan penyakit paru-paru. Agar lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa jenis penyakit yang bisa menggunakan alat nebulizer dalam proses penyembuhannya.

  • Asma.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Cystic fibrosis.
  • Bronkiektasis.
  • Bronkiolitis.

Prosedur Nebulizer di Puskesmas

Prosedur Nebulizer di Puskesmas

Selain harus mengetahui besaran biaya nebulizer di puskesmas, kalian juga pastinya harus mengerti bagaimana prosedur pelaksanaannya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak semua puskesmas di seluruh Indonesia sudah menyediakan alat tersebut.

Maka dari itu, ketika hendak mengunjungi puskesmas terdekat untuk menjalani nebulizer, ada baiknya pastikan terlebih dahulu bahwa tempat tersebut sudah menyediakannya. Daripada penasaran, berikut adalah prosedur pelaksanaan nebulizer di puskesmas.

  1. Pertama-tama, petugas medis mengatur posisi pasien senyaman mungkin.
  2. Kemudian petugas medis mulai menempatkan set nebulizer di meja dekat pasien.
  3. Setelah itu, petugas akan mengisi nebulizer dengan aquades sesuai takaran.
  4. Apabila petugas sudah memastikan bahwa alat bisa berfungsi dengan baik, maka mereka akan mulai memasukkan obat sesuai dosis.
  5. Selanjutnya petugas akan memasang masker pada pasien.
  6. Cara berikutnya petugas menghidupkan nebulizer dan meminta pasien untuk bernafas seperti biasa.
  7. Selama kegiatan tersebut, petugas medis akan melakukan evaluasi tindakan.

Biaya Nebulizer di Puskesmas

Setelah mengetahui beberapa fungsi atau kegunaan hingga prosedur nebulizer di puskesmas, selanjutnya kalian juga harus mencari tahu berapa besar biayanya. Sebagai bahan pertimbangan, untuk saat ini besaran biaya nebulizer di puskesmas sedikit lebih mahal ketimbang biaya imunisasi.

Selain itu, besaran tarif atau harga jasa pelayanan nebulizer di puskesmas juga nantinya dipengaruhi oleh jenis pasiennya, entah itu pasien umum ataupun pasien BPJS. Adapun besaran biaya nebulizer di puskesmas seluruh daerah Indonesia tersebut diantaranya yaitu seperti di bawah ini.

Pasien Umum

Untuk pasien umum, besaran biaya nebulizer di puskesmas seluruh Indonesia sebenarnya cukup bervariasi, tergantung pada kebijakan masing-masing pemerintah daerah. Namun, untuk saat ini biasanya masing-masing puskesmas di Indonesia mematok biaya nebulizer mulai dari Rp 25.000.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa besaran biaya ataupun tarif pelayanan tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu. Meskipun demikian, selisih perbedaan biaya pelayanannya sendiri sebenarnya tidak akan jauh berbeda dengan tarif yang sudah dijelaskan di atas.

Pasien BPJS

Sementara jika pasien termasuk ke dalam peserta BPJS, maka mereka tidak akan dikenai biaya sepeserpun alias gratis ketika menjalani nebulizer di puskesmas. Akan tetapi, pastinya untuk mendapatkan fasilitas gratis tersebut pasien harus memenuhi sejumlah syarat beserta ketentuan dari pihak puskesmas terkait.

Risiko Nebulizer di Puskesmas

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai biaya nebulizer di puskesmas seluruh daerah Indonesia dilengkapi dengan prosedur pelaksanaannya. Secara garis besarnya, kegiatan atau tindakan nebulizer di puskesmas tidak akan menimbulkan risiko dalam penggunaannya, jika memang kebersihan mesin dan komponen-komponennya tetap terjaga dengan baik.

Akan tetapi, apabila nebulizer tidak dibersihkan dan disterilkan dengan baik, bakteri isa tumbuh dan mengkontaminasi alat tersebut. Dimana bakteri tersebut dapat menyebabkan sejumlah infeksi penyakit saluran pernapasan yang berbahaya bagi pasiennya.

Tips Menggunakan Nebulizer

Seperti sudah disinggung sebelumnya, meskipun cara penggunaannya sederhana, kalian tetap harus memperhatikan penggunaan nebulizer untuk batuk pilek pada anak. Biasanya anak yang sedang menggunakan nebulizer harus dalam posisi duduk tegak agar mempermudahnya menghirup serta menghela nafas.

Pastikan anak tetap dalam posisi tersebut selama kurang lebih sekitar 15 menit supaya bisa mendapatkan manfaat dari obat yang digunakan melalui alat bantu pernapasan tersebut. Jika kalian merasa kesulitan saat ingin menggunakan nebulizer, sebaiknya ikuti beberapa tips di bawah ini.

  • Jadikan penggunaan nebulizer sebagai rutinitas agar anak terbiasa dan tahu kapan waktu menggunakannya.
  • Lakukanlah sembari menonton film kesukaan anak.
  • Biarkan anak mendekorasi nebulizer dengan stiker serta karakter kesukaannya.
  • Khusus pada bayi, sebaiknya gunakan alat tersebut ketika mereka tertidur.
  • Puji anak ketika mereka selesai melakukan pengobatan menggunakan nebulizer.

Kesimpulan

Itulah sekiranya penjelasan dari Biayatarif seputar biaya nebulizer di puskesmas seluruh Indonesia dilengkapi dengan fungsi, prosedur hingga risikonya, entah itu bagi pasien umum ataupun BPJS. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika hendak menjalani nebulizer di puskesmas terdekat.

Tinggalkan komentar