Biaya Transfusi Darah 2024: Manfaat, Prosedur & Efek Samping

Biaya Transfusi Darah – Sebagaimana diketahui, darah merupakan sebuah cairan yang memiliki peran sangat penting di dalam tubuh manusia. Dimana kebutuhan pasokan darah di dalam tubuh manusia bisa mencapai ribuan bahkan jutaan kantung di setiap harinya.

Mengingat tingginya kebutuhan darah tersebut membuat Palang Merah Indonesia (PMI) kerap mengadakan kegiatan donor darah dari masyarakat. Nantinya darah tersebut akan diberikan atau didonorkan ke orang yang membutuhkan melalui proses transfusi.

Transfusi darah sendiri saat ini sudah dapat dilakukan hampir di seluruh fasilitas kesehatan ataupun pada kegiatan donor darah. Akan tetapi, biasanya setiap tempat pelayanan tersebut memiliki ketentuan mengenai tarif yang harus dibayarkan oleh pasien ketika melakukan transfusi darah.

Oleh sebab itu, jika kalian berencana hendak melakukan transfusi darah di rumah sakit, klinik kesehatan, PMI ataupun di tempat pendonoran darah, sebaiknya cari tahu biayanya terlebih dahulu. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan besaran biaya transfusi darah beserta prosedur pelaksanaannya.

Manfaat Transfusi Darah

Seperti dijelaskan sebelumnya, transfusi darah ialah sebuah kegiatan pemberian darah ke dalam tubuh seseorang yang kekurangan darah atau dalam sebuah tindakan medis seperti operasi. Pemberian transfusi darah diberikan atas indikasi medis dari dokter. Di bawah ini adalah beberapa manfaat transfusi darah.

  • Meningkatkan kadar Hemoglobin (Hb) pada keadaan anemia.
  • Penggantian kehilangan darah karena pendarahan.
  • Mengganti kehilangan plasma darah seperti pada luka bakar.
  • Mencegah serta mengatasi pendarahan karena kekurangan ataupun kelainan komponen darah.

Indikasi Transfusi Darah

Transfusi darah biasanya akan diberikan kepada pasien apabila mengalami kekurangan salah satu ataupun seluruh komponen darah. Sebelum pembahasan utama mengenai biaya transfusi darah berlanjut, ada baiknya ketahui beberapa indikasi seseorang membutuhkan transfusi berikut ini.

  • Menderita penyakit anemia.
  • Pasien mengalami pendarahan.
  • Pasien dicurigai akan mengalami pendarahan karena memiliki gangguan pembekuan darah.
  • Mengalami infeksi berat.
  • Menderita penyakit liver.
  • Mengalami luka bakar parah.

Prosedur Transfusi Darah

Umumnya sebagian besar rumah sakit di Indonesia memiliki aturan terkait seberapa rendah tingkat sel darah merah seseorang sebelum ditetapkan pasien tersebut membutuhkan transfusi. Aturan di rumah sakit tersebut biasanya disebut dengan parameter transfusi darah.

Dimana parameter transfusi sendiri nantinya juga akan ikut mempengaruhi apakah seorang pasien mempunyai indikasi untuk menerima pendonoran darah atau tidak. Sementara untuk pemberiannya sendiri juga harus dilakukan langsung di bawah pengawasan oleh petugas medis.

Jadi, selain harus mengetahui berapa besar biaya transfusi darah di rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan lainnya, kalian juga harus mengerti bagaimana prosedur pelaksanaannya. Di rumah sakit atau klinik kesehatan transfusi darah dilakukan dengan cara memasukkan darah ke dalam tubuh melalui jarum dengan selangnya terhubung ke kantong darah.

Prinsip kerja transfusi darah sebenarnya hampir mirip seperti saat pasien di infus, hanya saja kantongnya berisikan darah dari pendonor. Proses transfusi darah sendiri akan membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 30 menit sampai 4 jam, tergantung seberapa banyak kebutuhan kantong darah oleh pasien.

Biaya Transfusi Darah

Sebagaimana diketahui, pemberian darah ke dalam tubuh seseorang tentunya tidak boleh dilakukan seseorang. Hal ini dikarenakan pihak rumah sakit ataupun tempat pelayanan kesehatan lainnya sudah memiliki parameter transfusi darah sebagai indikasinya.

Maka dari itu, sebelum melakukan transfusi darah biasanya pasien dianjurkan untuk melakukan tes darah terlebih dahulu. Sebagai bahan pertimbangan, kalian bisa melihat besaran BIAYA CEK DARAH DI PRAMITA jika memang hendak melakukan tes darah.

Sementara untuk besaran biaya transfusi darah sendiri biasanya dimulai dari Rp 360.000 per kantongnya, baik itu di rumah sakit, klinik ataupun tempat donor darah. Perlu diketahui, sebenarnya biaya yang harus dibayarkan oleh pasien saat transfusi darah tersebut digunakan untuk Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD).

Efek Samping Transfusi Darah

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai rincian biaya transfusi darah di rumah sakit, klinik kesehatan ataupun tempat donor darah. Meskipun di dalam dunia medis transfusi darah merupakan prosedur aman, bukan berarti kegiatan tersebut tidak memiliki efek samping sedikitpun kepada pasien.

Biasanya efek samping tersebut akan muncul pada saat transfusi darah berlangsung ataupun beberapa waktu setelahnya. Daripada penasaran, di bawah ini adalah beberapa efek samping atau risiko transfusi darah.

  • Demam.
  • Sedikit susah untuk bernapas.
  • Kulit memerah.
  • Tekanan darah tiba-tiba menurun.
  • Reaksi alergi.
  • Reaksi anafilaksis.
  • Kelebihan zat besi.
  • Cedera paru-paru.
  • Infeksi.
  • Penyakit graft versus host.
  • Acute immune hemolytic raction.
  • Delayed immune hemolytic reaction.

Kesimpulan

Demikian sekiranya penjelasan dari Biayatarif seputar besaran biaya transfusi darah dilengkapi prosedur pelaksanaannya, baik itu di rumah sakit, klinik, tempat donor darah, PMI ataupun tempat pelayanan kesehatan lainnya. Semoga informasi di atas bisa dijadikan sebagai referensi ketika hendak melakukan transfusi darah.

Tinggalkan komentar